Pembelajaran yang kontekstual

Sejatinya pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang kontekstual. sebagaimana pembelajaran di MI Ma`arif Mranggen yang mengedepankan pemebelajaran secara langsung. siswa berinteraksi dengan lingkungan.

Pembelajaran ketrampilan yang bermakna

Pembelajaran tidak hanya berupa materi-materi pelajaran yang konvensional. MI Ma`arif Mranggen mengupgrade siswa dengan ketrampilan-ketrampilan yang bermakna di kehidupan bermasyarakat.

Berinteraksi dengan alam

Pemupukan cinta akan lingkungan alam ditekankan sejak dini. anak diajak untuk mengenal lingkungan alam agar kelak ia ikut melestarikannya.

Pembelajaran yang menyenangkan

Pembelajaran didesain dengan semenarik mungkin, sehingga tercipta iklim pembelajaran yang menyenangkan. anak tak akan bosan lagi dengan pembelajaran.

Semangat untuk memperoleh hasil maksimal

Hasil yang diperoleh merupakan serangkaian proses pembelajaran yang terintegratif dan berkelanjutan agar terbentuk mental siswa yang siap dengan perkembangan jaman.

Senin, 14 Desember 2020

Rabu, 09 Desember 2020

Raport Pengganti ARD terbaru

     Berdasarkan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementrian Agama Republik Indonesia nomor B-2803/DJ.I/Dt.1.1/PP.00/11/2020 tanggal 27 November 2020 , tengan Penggunaan Aplikasi Raport Digital Madrasah, yang berisi tentang penundaan penggunaan ARD di semester Gasal tahun Pelajaran 2020/2021, maka di masing-masing Madrasah di mohon untuk kreatif membuat Aplikasi Raport mandiri.

    Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Mranggen Kecamatan Srumbung berupaya membuat Aplikasi raport sederhana yang mudah digunakan oleh semua guru di Madrasah, aplikasi ini memang di buat sesederhana mungkin dengan tujuan tidak mempersulit penginputan nilai.

raport mima mranggen srumbung


    Selain di buat sederhana aplikasi ini juga tidak di protec agar para guru bisa mengembangkan dari aplikasi ini, untuk para guru yang ingin mengetahui dan mendownload aplikasi ini bisa di klik DI SINI  atau link download di bawah.

    Kami mohon kepada semua pembaca untuk memberikan masukan agar kedepan kami bisa mengembangkan aplikasi yang lainya.




Minggu, 18 Oktober 2020

Perayaan Maulud Nabi di masa pandemi

 

 
gambar ilustrasi perayaan maulud nabi Muhammad SAW

Rabiul Awal atau biasa disebut bulan Maulid merupakan bulan ketiga dalam sistem penanggalan Hijriah, setelah bulan Muharram dan Safar. Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia khususnya masayarakat Jawa, bulan Rabiul Awal identik dengan perayaan Maulid Nabi, atau momen peringatan hari lahir Nabi Muhammad

Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya.   Menurutnya, inilah momen efektif untuk mendakwahkan teladan akhlak Rasulullah SAW, serta sejarah kehidupan, perjuangan, bisnis, politik, strategi kepemimpinan, dan cara ibadah Nabi Muhammad SAW. Pada bulan ini bagus diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, dzikir, tahlil, kalimat thayyibah, dan juga sejarah dan perjuangan Rasulullah.   Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama Syafi’iyyah juga mengatakan, Maulid Nabi merupakan kegiatan positif yang mendatangkan pahala. Ia menganjurkan pada bulan Rabiul Awal umat Islam meluapkan kegembiraan dan rasa syukur dengan cara memperingati kelahiran Rasulullah, berkumpul, membagikan makanan, dan beberapa ibadah lain

Bulan Rabiul Awal tergolong mulia karena di dalamnya terdapat sejarah kelahiran manusia paling mulia di muka bumi. Kenapa Rasulullah tak dilahirkan di bulan Muharram, Rajab, Ramadhan, atau bulan-bulan yang dimuliakan syariat?   Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki dalam kitabnya adz-Dzakhâir al-Muhammadiyyah menjelaskan, Nabi Muhammad tidak mulia karena sebab masa atau waktu. Namun justru masa atau waktu itulah yang menjadi mulia sebab Nabi Muhammad lahir. Artinya, Nabi-lah yang mengangkat derajat bulan tersebut, bukan sebaliknya

Di dusun-dusun, suasana perayaan maulid nabi sering dilaksanakan. Masjid-masjid dan langgar-langgar kecil terdengar ramai oleh nada-nada indah perpaduan lantunan sholawat dan iringan rebana sederhana. Anak-anak dan muda-mudi tampak riang gembira bersama kawannya, bapak-bapak terlihat semangat namun tetap khidmat melafalkan Maulid Al-barzanji¸ sementara kaum ibu-ibu dengan agak terburu-buru datang menyusul dengan membawa seceret minuman hangat dan senampan jajanan tradisional untuk dinikmati bersama setelah acara yang biasa disebut srakalan itu usai. Kegiatan ini akan berlangsung setiap malam selama dua belas hari ke depan, tepat sampai tanggal kelahiran Baginda Nabi, dengan ceramah keagamaan bahkan menggelar acara pengajian akbar yang isinya mengisahkan perjalanan hidup Baginda Rasul sebagai penutupnya.

Selain acara srakalan yang diadakan setiap malam, beberapa daerah juga mempunyai tradisinya masing-masing dalam memperingati kelahiran Nabi. Kegiatan-kegiatan ini ada yang dilakukan menjelang bulan Maulid seperti ziarah, ataupun ketika bulan Maulid itu sendiri seperti Grebeg Maulid, Sekaten, pertunjukan wayang, dan lain sebagainya.

Sayangnya, perayaan maulud nabi Muhammad di tahun 2020 ini di barengi dengan pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda akan usai, sehingga kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan di atas nampaknya harus ditiadakan untuk sementara, mengingat dalam pelaksanaannya harus melibatkan banyak elemen dan menimbulkan kerumunan orang (sesuatu yang dilarang saat ini). Para panitia pengajian akbar dan panitia kegiatan Maulidan yang lain terpaksa membatalkan seluruh agenda yang telah jauh-jauh hari dicanangkan. Warga muslim tampak kecewa sekaligus dilemma karena mereka ingin tetap menyelenggarakan kegiatan rutin mereka namun peraturan dari pemerintah melarangnya.
 
Di sisi lain, ada sebagian golongan yang tetap bersikukuh menggelar acara maulidurrasul di tengah kondisi ini, namun dengan protokol kesehatan yang ketat seperti ruang lingkup yang terbatas dan waktu yang singkat. Di saat ini, peran pemerintah diperlukan agar tidak terjadi penggorengan isu oleh oknum tertentu. Kesadaran masyarakat juga penting, mereka harus sadar bahwa perayaan Maulidan tak selamanya harus dalam kapasitas besar, apalagi dalam situasi seperti ini. Perayaan Maulid tetap bisa dilaksanakan dalam lingkup sederhana dengan berbagai pertimbangan, tanpa mengurangi esensi dari Maulidan itu sendiri, yakni meneladani Nabi Muhammad SAW.

Kamis, 24 September 2020

KURIKULUM MATA PELAJARAN KE-NU-AN

 



Untuk mendownload Kurikulum Mata Pelajaran Ke NU an Tahun Pelajaran 2020/2021 bisa di download di SINI

Senin, 31 Agustus 2020

Imunisasi MI Ma'arif Mranggen

 

pelaksanaan imunisasi BIAS di MI Ma'arif Mranggen Kecamatan Srumbung (31/8)

 

Suasana di ruang kelas 1 MI Ma'arif Mranggen terlihat riuh ketika petugas medis berseragam seperti mantol terlihat memasuki area Madrasah. Respons para siswa pun aneka rupa, ada yang biasa saja ada pula yang menangis histeris.

Para petugas medis itu merupakan petugas kesehatan dari Puskesmas Srumbung yang akan memberikan imunisasi kepada siswa kelas 1 MI Ma'arif Mranggen. Mereka mendapat imunisasi  oleh Puskesmas Srumbun pada Rabu (31/8). Program imunisasi ini dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Pemberian imunisasi untuk siswa MI Ma'arif Mranggen perlu dilakukan karena sejak anak memasuki usia Madrasah Ibtidaiyah terjadi penurunan tingkat kekebalan. Oleh sebab itu, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia MI/ SD .

Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Ini diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak. Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi diri dari aneka penyakit maka imunisasi ulangan perlu diberikan kembali sampai usia anak sekolah.

Program BIAS untuk memberi-kan perlindungan kepada anak-anak usia MI/SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Karena itu para guru dan orang tua perlu memberikan dukungan jika anaknya mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas Puskesmas setempat.

Imunisasi DT diberikan untuk murid kelas 1 MI/SD. Petugas kesehatan yang diturunkan yakni seorang dokter, seorang perawat, seorang bidan, dan seorang tenaga kesehatan lain.

 

Untuk foto Kegiatan imunisasi lainya bisa dilihat di  SINI

Jumat, 28 Agustus 2020

SK Kemenkumham

 SK Kemenkumham Lembaga Pendidikan Ma'arif NU bisa dilihat di  SINI

Minggu, 23 Agustus 2020

Peran Keluarga dalam Mendampingi anak belajar selama Pandemi

 

Belajar dari rumah menjadi jalan yang paling aman bagi siswa-siswi untuk menghindari penularan virus COVID-19 di masa pandemi seperti sekarang. Tentunya, keluarga khususnya orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anaknya ketika belajar dari rumah. Terdapat enam peran yang bisa dilakukan keluarga untuk mendukung pendidikan anak selama masa pandemi. 

Gambar Ilustrasi

 

Menciptakan Keharmonisan Keluarga

Peran pertama yang dapat dilakukan keluarga kepada anaknya adalah menciptakan suasana yang harmonis. Suasana yang harmonis dapat mendukung lancarnya proses belajar mengajar dari rumah. Apabila suasana dalam keluarga tidak harmonis tentu membuat kenyamanan belajar anak menjadi berkurang.

Teknik Mendidik Dalam Keluarga

Peran kedua yakni memilih teknik apa yang digunakan untuk mendidik anak dalam lingkungan keluarga. Perlu adanya diskusi dan kesepakatan antara kedua orang tua untuk memilih teknik dalam mendidik anak. Dengan adanya pembagian tugas antara suami dan istri dalam mengurus anak maka, proses belajar mengajar di rumah juga akan berjalan lancar.

Perhatian Orang Tua

Peran ketiga yaitu orang tua harus memberikan perhatian kepada anaknya selama belajar di rumah. Dengan begitu, orang tua juga dapat mengetahui perkembangan pendidikan anak.

Komunikasi Demokratis

Peran keempat yakni melakukan komunikasi yang demokratis dalam lingkungan keluarga. Komunikasi juga penting dilakukan agar pendidikan anak dapat berjalan lancar.

Apresiasi Kepada Anak

Peran kelima yang juga dapat dilakukan orang tua yaitu memberikan apresiasi terhadap hasil belajar anak. Apresiasi terhadap hasil belajar anak penting untuk dilakukan. Dengan memberikan apresiasi maka, dapat meningkatkan semangat anak untuk terus belajar dan melaksanakan tugas-tugasnya.

Partisipasi Orang Tua

Peran yang terakhir adalah diharapkan para orang tua bisa berpartisipasi dalam kegiatan anak dengan sekolah. Diharapkan orang tua dapat memberikan partisipasi dalam setiap kegiatan anak. Walaupun kedua orang tua memiliki kesibukan masing-masing, tetap harus berpartisipasi untuk memantau proses belajar mengajar anak selama di rumah sehingga dapat meningkatkan prestasi anak.

 

Rabu, 29 Juli 2020

Materi Pembelajaran daring kecamatan srumbung






Assalamualaikum Wr Wb.
Berikut ini adalah link download tutorial aplikasi pembelajaran daring yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Bagi Bapak/Ibu peserta Workshop yang membutuhkan materi workshop, silakan unduh di bawah ini;

1. Materi 1 Membuat Media Pembelajaran Klik disini 
2. Materi 2 Membuat Game Online Pembelajaran Klik disini 
3. Materi 3 Membuat Kelas Online Klik disini 
4. Materi 4 Memublikasikan Hasil Harya Klik disini
5. Tutorial Membuat Video Pembelajaran Klik disini
6. Tutorial Membuat Kelas Online Klik disini

Semoga Bermanfaat

Jumat, 03 Juli 2020

Rabu, 06 Mei 2020

LOWONGAN GURU KELAS 2020/2021

Kami MI Ma`arif Mranggen, membutuhkan Guru kelas






    Kriteria :
    • Pria / Wanita
    • Pendidikan min lulus SMA, S1 PGSD/PGMI
    • minimal IPK 2.75
    • Mampu baca tulis alqur'an  
    • Mampu mengoperasikan komputer
    • Dapat bekerja dalam individu maupun team
    • Mempunyai integritas dan ketelitian dalam melaksanakan tugas
    Jika tertarik dan merasa memiliki kriteria tersebut di atas, silahkan kirimkan CV dan Surat lamaran  ke 


    email mima.mranggen01@gmail.com
    Narahubung. 0856-0489-4887
    atau langsung ke alamat
    MI Ma`arif Mranggen. Dsn Geblog ( Sumbersari) Ds. Mranggen, Kec. Srumbung, Kab. Magelang. Kode POS 56483